Ada banyak hal yang tertunda hanya karena kita ingin semuanya langsung sempurna. Padahal beberapa hal baik justru lahir dalam versi kecilnya terlebih dahulu. Artawara juga dimulai seperti itu. Perlahan, sambil belajar, sambil merapikan banyak bagian yang masih berantakan.
Dulu… sebelum Artawara ini ada, pada awalnya aku hanya suka membaca karya-karya orang lain, lalu mulai menuliskan sepenggal rangkaian kata dimana saja. Kadang di sudut buku pelajaran, di secarik kertas, di note Hp, atau di akun sosial media.
Sampai pada akhirnya ada rasa ingin memiliki ruang sendiri. Jujur saja, aku sempat bingung harus mulai dari mana. Bahkan untuk mengatur website ini saja rasanya seperti menyusun rumah yang pintunya berpindah-pindah. Ada bagian yang hilang, tombol yang tidak muncul, sedikit membuat kacau isi kepala, hahaha… Tapi ya memang begitulah caranya beberapa hal bertumbuh, tidak harus langsung rapi, atau besar bahkan sempurna.
Dengan modal rasa ingin tahu dan mulai mempelajari berbagai macam hal, aku rasa itu adalah jalan yang baik untuk memulai. Karena kita tidak akan pernah tahu sampai sejauh mana kemampuan kita tanpa kita mencoba dan terus mengasahnya.
Lewat ruang kecil ini aku ingin menyimpan karya yang menemani perjalananku untuk terus tumbuh. Aku ingat kutipan dari seorang sastrawan legendaris—Bapak Pramoedya Ananta Toer yang berbunyi “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah.” Mungkin nanti… akan ada tulisan, ebook, jurnal, atau karya-karya kecil lainnya yang lahir di sini. Dan untuk sekarang, aku rasa memulai sudah cukup berarti.
Selamat datang di Ruang Artawara.
Semoga ada satu-dua kata yang bisa menemani perjalananmu hari ini.
Leave a Reply